Sudah lima bulan lebih saya pakai iPhone 17. Ini jeleknya iPhone.
Yang versi polosan, btw.Sebelum yang jelek, saya tulis dulu yang bagus. Biar adil, lah.
Yang bagus
Pintasan
Ini fitur paling favorit saya di iPhone. Singkatnya, Anda bisa menjalankan dan mengotomasi satu/banyak hal dalam sekali ketuk. Pintasan yang sering saya pakai:
- Buat kode QR dari papan klip
- Otomatis buka aplikasi Pusaka begitu alarm dimatikan
Penjelasan lebih lanjut ada di Petunjuk Pengguna Pintasan-nya Apple.
Liquid Glass

Kamera
Untuk kamera saya tidak terlalu banyak berkomentar. Saya bukan orang yang terlalu peduli dengan kualitas kamera. Kalau Anda penasaran, silakan lihat ulasannya GadgetIn.
Tapi ada satu hal yang saya sangat suka (yang juga diapresiasi sama bang David): Bisa ambil swafoto landscape meskipun megang hape dalam posisi portrait. Luar biasa.
Kata Sandi
Ada juga sebenarnya di Android, malah lebih canggih lagi di Android. Cuma kalau di iPhone cepat input-nya karena pakai Face ID.
Stand By
Fitur untuk menampilkan jam atau foto saat iPhone dicas dan diposisikan ke landscape.
Saya beli stand cas wireless karena fitur ini.
Prosesor A19
Genshin Impact bisa rata kanan, coyy.
Yang biasa saja
Dynamic Island
Keren, sih, tapi saya bisa dapat info yang sama dari panel notifikasi.
Oh, bisa lihat info tanpa kasih turun panel notifikasi? Ndak terlalu bermanfaat kalau saya.
ProMotion
iPhone 17 menjadi iPhone polosan pertama yang mendukung layar 120Hz. Bagus, tapi telat banget, Android sudah dari zaman kapan.
Yang (agak) jelek
Baterai
Lumayan boros. Apa yang mau diharapkan dari baterai 3692 mAh.
Tapi kalau mau dibandingkan dengan kapasitasnya sebenarnya irit, soalnya hape Android saya sekarang (Poco X6 Pro 5G) punya kapasitas 5000 mAh tapi sama borosnya dengan iPhone 17. Mungkin karena pengaruh HyperOS?
Panas
Barusan saya pegang hape yang panasnya bisa tembus casing.
Terus kadang panas sendiri, padahal tidak buka aplikasi apa-apa.
Kamera
Foto malamnya kalau pas jepret lampu penuh dengan flare.
Tapi anehnya foto-foto yang di internet jarang sekali flare-nya….
Sinyal
Sudah jadi rahasia umum kalau iPhone lebih susah nangkap sinyal dibandingkan Android.
Tidak bisa pakai dua akun sekaligus.
Kalau di Android bisa pakai dua akun Google atau lebih, terus bisa ganti-ganti akun kapan saja.
Di iPhone? Harus log out dulu.
Tidak ada fitur Circle to Search
Di Apple Intelligence sebenarnya ada fitur seperti ini, namanya Visual Intelligence, cuma ya tidak selengkap dan secanggih Circle to Search di Android.
Visual Intelligence juga tidak ada dalam bahasa Indonesia, karena…
Fitur-fitur Apple Intelligence sama sekali tidak ada kalau iPhone disetel ke bahasa Indonesia
Yep.
Yang jelek
Unduhan
Untuk yang suka mengunduh berkas di komputer, pasti kenal dengan Internet Download Manager (IDM). Kenapa pakai ini kalau mengunduh? Kalau mengunduh di Chrome terus tiba-tiba gagal, biasanya tidak bisa dilanjut, harus ulang dari awal. Kalau pake IDM, masih bisa dilanjut.
Kalau di Android, banyak apk yang mirip dengan IDM, tapi yang saya pribadi pakai namanya Free Download Manager (FDM).
Kalau di iPhone? Sama sekali tidak ada. Mengunduh berkas besar harus lewat Safari. Mana kalau mengunduh lewat Safari gampang sekali gagal.
Ini salah satu alasan kenapa saya belum berani 100% lepas dari Android.
Keyboard
Ternyata benar sekali kata orang-orang di internet: Kalau mengetik di iPhone gampang sekali saltik (typo).
Terus keyboard-nya tidak bisa diatur jadi ada baris angkanya di atas.
Terus keyboard-nya tidak ada simbol pecahan, copyright, registered, dengan trademark.
Suara
Kadang suaranya kecil, kadang suaranya besar.
Kadang ada suara ketikan di keyboard, kadang tidak ada.
Kadang ada suara jepretan kamera, kadang tidak ada.
Kadang telepon WhatsApp tidak masuk. Kadang masuk tapi tidak bunyi dan tidak ada notifikasinya.
Mohon maaf untuk yang pernah menelepon saya via WhatsApp tapi tidak saya angkat. Salahkan Apple. Atau salahkan Meta.
Jadi…
iPhone 17 akan menjadi iPhone pertama sekaligus iPhone terakhir yang pernah saya pakai.
2805
MMXXVI
